Melepaskan kesedihan.

Beberapa waktu lalu, aku dalam keadaan ruwet. Karena larut dalam kesedihan dan kesakithatian atas penghinaan. Ingatanku akan kata2 itu terus aja muter di otak. Dan sakit nyeri dihati.

Dari dulu, sebenernya aku udah sering dihina. Apalagi kalo orientasinya fisik. Dihina di angkutan umum, dijadiin bahan ejekan. Dijadiin bahan ketawaan karna bentukku yang dari dulu emang bongsor. Sakit hati, tapi aku selalu diam saat dijadiin bahan cemoohan. Saat orang-orang iseng yang ngga aku kenal menertawakan bentukku. Mengejekku. Biarlah pikirku. Aku cukup diam dan anggap itu angin lalu.

Tapi hinaan yang aku terima beberapa waktu lalu, semacam jadi tamparan keras. Sakit. Saat aku bener-bener ngerasa bersalah dan meminta maaf, aku malah dibilang berpura-pura manis. Aku dibilang pura2 baik. Aku dibilang perempuan gila, cewek keterlaluan, cewe ngga tau diri, memuakkan, cewek freaak. Tuhan, ngilu rasanya. Dan lancangnya aku malah menyalahkan keadaan.

Tidak butuh waktu lama, otakku langsung mencoba menjernihkan. Aku mencoba memposisikan diri menjadi mereka yg menghinaku. Mereka tak mengenalku, makanya mereka bisa bersikap begitu. Sudah lah pikirku. Tak ada gunanya mengingat kata2 menyakitkan dari mereka. Aku memang salah dan harus berusaha tak mengulanginya lagi. Berusaha jadi yg lebih baik dalam bersikap aja. Dan berharap semua akan larut ditelan waktu.

Nyatanya, aku belum bisa. Masih aja sedih dan tetap jadi menyedihkan bila ingat. Masih aja kecewa dengan keadaan dan menyayangkan sikap mereka. "Apa orang yang bersalah pantas dihina? Apa orang yang bersalah halal dicemooh dan dijadikan bahan tertawaan terus menerus?" begitu pikirku. Dan ingatan itu seringkali membuat aku meluap. Emosi. Dan sedih. Lagi.

Dan seterusnya 1-2 bulan kedepan dengan sangat ngga bersyukurnya, hatiku terus aja ngeluh. Ngeluhin hidupku. Ngeluhin nasipku. Dari mulai urusan yang sepele sampe yang bener-bener rumit. Ngeluhin semua hal-hal buruk yang masih aja ngga bisa aku terima dengan ikhlas sepenuhnya. Masih aja sedih dan nangis kalo keingetan. Padahal, aku pengen banget ngelepas semua kesedihan-kesedihan itu.

Payah. Lembek.

Tapi, sungguh Alhamdulillah, ada seorang disampingku dan ada mereka yang jauh dari keberadaanku ternyata selalu ngebantu aku. Tanpa aku sadar, mereka selalu ada selama ini. Mereka seakan standby bergantian. Mereka ini bener-bener dikirim Allah sebagai perpanjangan tanganNya buat aku. Nyupport banget. Mereka-mereka ngga semuanya tau permasalahan dan kejadian merincinya seperti apa. Mereka yang jauh bahkan jarang banget aku kabarin kalo aku lagi seneng. Yang aku tau, mereka selalu ada kapanpun. Selalu ada buat aku saat aku butuh. Selalu menjawab macem-macem pertanyaanku. Selalu siap berdiskusi denganku. Selalu bantu nenangin pikiranku dengan berbagai cara sederhana. Selalu ingetin aku buat bersyukur. Selalu arahin aku biar berpikir sederhana saja. Selalu bimbing aku buat positif.

Mereka ngga ambil pusing dengan lalainya sikap aku sama mereka. Lalainya aku dengan deretan rencana temu kangen yang sampe hari ini belom juga aku penuhi. Mereka ngga mempermasalahkan rewelnya aku kalo lagi labil. Mereka marah sama aku kalo aku salah. Mereka nemenin aku chat sampe larut kalo aku lagi sepi di kosan. Mereka sering banget aku repotin secara materi atau pun waktu.

Mereka mungkin mikir, aku hanya butuh didengarkan ceritanya. Mungkin.

Kalo direnungi, aku malu. Malu mengeluh. Malu sama Allah. Malu sama mereka-mereka yang selalu ada buat aku. Mereka-mereka yang ngga pernah bosen doain aku. Mereka-mereka yang sayang sama aku tulus.

Ngga bisa dilukisin deh, betapa beryukurnya aku punya mereka semua. Nyesel banget larut dalam hal-hal nyakitin 1-2 bulan ini. Padahal ada mereka yang selalu pengen aku dalam keadaan baik. Mereka yang secara langsung atau pun ngga, selalu siap meluk aku, selalu hapus air mata aku, selalu memperjuangkan aku, selalu berusaha hibur aku. Ada mereka yang jauh lebih berharga. Ada mereka yang mungkin kangen sama senyumku, ketawaku, bawelnya aku. They're too priceless. Mereka teramat berharga untuk aku kesampingkan. Teramat berharga.

Niatku mantap. Aku mau berusaha jadi pribadi yang lebih baik. Aku berkeinginan melepas kesedihan. Belajar memaafkan segala penghinaan yg lalu dengan benar-benar tulus, insyaAllah. Tidak akan membicarakannya lagi. Dan lebih menghargai apa yang aku punya sekarang. Semua waktu ku terlalu berharga untuk diisi dan dipenuhi dengan ingatan akan kejadian yg ngga enak tersebut.

Aku bakal lebih banyak baca hal-hal yang positif. Yang bikin pikiranku cerah. Yang bikin aku lebih bahagia. Banyak berbuat baik, banyak amal, banyak sedekah, banyak berbagi kebahagiaan. Banyak Menuliskan hal-hal positif.

Biarlah biar orang lain berpendapat apa atas sisi negatifku. Biarlah ada 'mereka' yang terus menjadikanku bahan tertawaan karna sikap burukku di hari lalu, yang penting aku terus berusaha memperbaikinya. Biarlah orang lain berkata apa atas diriku, yang penting aku terus berusaha memperbaiki diri. Biarlah orang lain berkomentar apa, mengkritik apa. Yang buruk aku jadiin cambuk, yang baik aku pandang sebagai doa.

Mari saling mendoakan untuk kebaikan bersama. Selamat sore☺



Semarang, 17:17.
31 Oktober 2012.
Niken.

Comments

  1. Tenang, Allah gak akan lihat kita dari fisik :)

    ReplyDelete
  2. siapapun yang sayang sama kita, will take us as we are no matter what other people might think about it :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener fan, orang2 yang sayang sama kita tau dan percaya bagaimana kita.

      Toh, sejelek apapun pandangan dan atau penilaian orang sebenernya ngga ada satu manusia pun yg berhak menghina seseorang pun atau menerima penghinaan.

      :)

      Delete
  3. aku baru baca ini kamu kenapa ndut?????? ihlas sama semua yang buruk ya kesalahan jangan diratapin tapi diperbaikin..
    Inget ga???? Kamu itu dulu mmg itik dekil rewel rese tp sekarang kamu angsa cantik yang baik walaupun masih sering manja yg cengeng banget he he he he he
    -kkloveyousomuch

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

another phase to go!

Memulai dana darurat

Cerita dibalik martabak manis malam ini :)