Lama-lama kami terbiasa menyantap nasi aking.
Lama-lama kami terlatih untuk tidak peduli.
Lama-lama kami kebal terhadap kenaikan harga.
Lama-lama kami senang menyambut setiap bencana.
Lama-lama kami gembira menanggung semua derita.
Lama-lama dangdut menjadi lagu kebangsaan kami.
Anak-anak kecil riang menyanyi dekat lampu stopan. Waria-waria berjoget di tengah kemacetan. Bayi-bayi menjadi komoditi di pinggir jalan. Dan siapapun yang terpilih menjadi presiden, gubernur atau bupati.. Rasanya tidak akan bisa menghentikan korupsi.
[ Acep Zamzam Noor ]
Lama-lama kami terlatih untuk tidak peduli.
Lama-lama kami kebal terhadap kenaikan harga.
Lama-lama kami senang menyambut setiap bencana.
Lama-lama kami gembira menanggung semua derita.
Lama-lama dangdut menjadi lagu kebangsaan kami.
Anak-anak kecil riang menyanyi dekat lampu stopan. Waria-waria berjoget di tengah kemacetan. Bayi-bayi menjadi komoditi di pinggir jalan. Dan siapapun yang terpilih menjadi presiden, gubernur atau bupati.. Rasanya tidak akan bisa menghentikan korupsi.
[ Acep Zamzam Noor ]
getir membacanya
ReplyDeletehiks..
miris ndt
ReplyDelete