May I?

Sungguh diluar perkiraanku. Sedikit saja aku membuka kembali ingatan akan ucapmu beberapa pekan lalu, bisa dengan mudah membuatku bercucuran air mata.

Marah. Emosi. Kesal. Kecewa. Iri.

Namun sial, selalu saja. Otakku secara otomatis mengingatnya. Memutar ulang setiap detiknya, kata demi kata yang terlontar dari bibirmu. Satir yang ku kecap setelahnya.

Bisa apa aku? Hubungan ini sepenuhnya atas kesepakatan kita berdua. Aku dan kamu. Tidak ada yang salah dari hubungan ini.

Tidak akan pernah aku menyalahkan hadirnya kamu dalam hidupku. Walau, sesungguhnya aku dan kamu tau. Hubungan kita, jauh dari kata benar.

Setiap kali kamu mengecup bibirku dengan lembutnya, batinku menangis.
Setiap kali kamu memelukku seolah sayang, aku ingin meronta.
Setiap kali kamu menjamahi senti demi senti tubuhku.. Aku terluka, kalut, pedih.

Aku iri dengan sosok manis yang berada di dompetmu, Tau kamu?

Benar aku memiliki ragamu, tapi tidak.. Senyummu, hatimu, rasamu, keyakinanmu..

Aku manusia biasa, yang selalu saja dikalahkan oleh rasa iri..

Sebelum kamu meninggalkanku, kelak. Aku memohon dengan sangat. Biarkan aku yang meninggalkanmu terlebih dahulu..

dengan begitu, aku tidak akan terlalu merasa menyedihkan.

------

PS : kisah fiktif ini terinspirasi oleh kisah seorang teman. Love you.

Comments

  1. kirain ini kisah nyata, fiktif tapi terinspirasi, semi fiktif berarti ya. hehhee..
    keren ceritanya.. enak meninggalkan atau ditinggalkan? menurut ku keduanya sama2 ga enak :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya semifiktif ;)
      Bener, sama sama ga enak.
      Meninggalkan dan ditinggalkan, ga ada yg lebih baik sebenarnya..... :'(

      Delete
  2. aduuh.. kalo dilanjuin ini bakal kayak novelnya Asma Nadia -Istana Kedua- nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. euleuh, masa to..
      Hahahaha kaya apa ceritanya?
      Jd pgn baca, aku jrg baca karyanya asmanadia :(

      Delete
  3. im so in love everytime you write such a loving post, you know that? :)

    ReplyDelete
  4. @fany bikin aku tersipuu~ nananananaaa.. Makasih fany ;-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cerita dibalik martabak manis malam ini :)

Memulai dana darurat

another phase to go!