Semarang dan Jakarta.
Semarang kini jauh lebih menyenangkan daripada Jakarta. Semarang kini jauh membuat tenang dan nyaman dibanding Jakarta. Semarang lengkap sepaket dengan tetek-bengek urusan studi dan kehidupanku selama disini.
Benar memang, Aku dilahirkan di Jakarta. Tumbuh dan berkembang dikota besar tersebut. Banyak memiliki sanak keluarga di sana. Akrab dengan segala kerasnya ibukota. Delapan belas tahun aku hidup di Jakarta. Dari sejak lahir hingga lulus SMA.
Sebagian besar orang orang yang aku cintai, berada di Jakarta. Bunda, kakak-kakak dan adik ku, semua ada di Jakarta. Ayahku pun, dimakamkan di sana. Sampai detik ini, sebagian besar cerita hidupku berawal dari kota Jakarta.
Namun, seakan terbius oleh Semarang. Aku jatuh cinta pada Kota ini. Disini aku nyaman, tenang, hidupku hanya seputar kampus, tugas, organisasi, bertualang, bermain, belajar, khas anak perantauan yang sedang menimba ilmu di luar kota.
Setiap bulannya, bundaku mengirim uang sekitar satu hingga dua juta rupiah. Untuk bayar sewa kos, untuk makan, untuk jajan, untuk keperluan hidupku di sini. Tanpa pernah aku tau, bagaimana bundaku mendapatkan uang tersebut untuk hidupku disini. Sedikit saja yang aku lakukan untuk sekedar menambah uang saku pribadiku.
Kembali ke Semarang, sungguh mati jika aku bisa memilih. Aku ingin memboyong seluruh keluargaku, dan orang-orang yang menyayangiku kesini. Membuka hidup baru disini. Bersama bunda Beserta kakak dan adikku. Memindahkan juga makam ayahku kemari. :(
Jahat memang, tapi aku begitu muak dengan hidupku di Jakarta. Bukan muak dengan Jakarta. Terlalu enggan membereskan ceceran pahit yang ada disana.
Tapi apa dayaku, selesai studi ku di Semarang ini, mau tidak mau aku harus kembali ke Jakarta. Kembali ke runyamnya hidupku.
Ahh.. Entah apa yang aku tulis, meracau semauku. Atau mungkin aku hanya sedang kalut di teror rindu bunda dan semua yang tertinggal di Jakarta, tapi tidak ada kesempatan untuk pulang.
:(
Benar memang, Aku dilahirkan di Jakarta. Tumbuh dan berkembang dikota besar tersebut. Banyak memiliki sanak keluarga di sana. Akrab dengan segala kerasnya ibukota. Delapan belas tahun aku hidup di Jakarta. Dari sejak lahir hingga lulus SMA.
Sebagian besar orang orang yang aku cintai, berada di Jakarta. Bunda, kakak-kakak dan adik ku, semua ada di Jakarta. Ayahku pun, dimakamkan di sana. Sampai detik ini, sebagian besar cerita hidupku berawal dari kota Jakarta.
Namun, seakan terbius oleh Semarang. Aku jatuh cinta pada Kota ini. Disini aku nyaman, tenang, hidupku hanya seputar kampus, tugas, organisasi, bertualang, bermain, belajar, khas anak perantauan yang sedang menimba ilmu di luar kota.
Setiap bulannya, bundaku mengirim uang sekitar satu hingga dua juta rupiah. Untuk bayar sewa kos, untuk makan, untuk jajan, untuk keperluan hidupku di sini. Tanpa pernah aku tau, bagaimana bundaku mendapatkan uang tersebut untuk hidupku disini. Sedikit saja yang aku lakukan untuk sekedar menambah uang saku pribadiku.
Kembali ke Semarang, sungguh mati jika aku bisa memilih. Aku ingin memboyong seluruh keluargaku, dan orang-orang yang menyayangiku kesini. Membuka hidup baru disini. Bersama bunda Beserta kakak dan adikku. Memindahkan juga makam ayahku kemari. :(
Jahat memang, tapi aku begitu muak dengan hidupku di Jakarta. Bukan muak dengan Jakarta. Terlalu enggan membereskan ceceran pahit yang ada disana.
Tapi apa dayaku, selesai studi ku di Semarang ini, mau tidak mau aku harus kembali ke Jakarta. Kembali ke runyamnya hidupku.
Ahh.. Entah apa yang aku tulis, meracau semauku. Atau mungkin aku hanya sedang kalut di teror rindu bunda dan semua yang tertinggal di Jakarta, tapi tidak ada kesempatan untuk pulang.
:(
waah Mba Niken kenapaa??
ReplyDeletehmmmm apapun itu, keep spirit dek nikken.
ReplyDeleteAllah bersama orang2 yang sabar. :)
ah bisa ini ya suka banget sama Semarang? -___-
ReplyDeletesaya belum bisa melupakan euforia Jogja dan kenangan di sana meski satu persatu orang di sana mulai pergi ... Jogja ... still Jogja.. Jogja.. Jogja..
@syifa : cuma lagi meracau dek hehe
ReplyDelete@abg roe : aamiin aamiin yarobalalamin :)
@erv : jogja itu beda, ada magnet dan pesona disana. Aku, belum pernah jadi warga jogja atau menetap disana untuk jangka waktu tertentu. Tapi, jogja, punya tempat khusus di memori kenanganku.. Jogja.. Never ending stories :)
iya.. jogja punya magnet yang menarik hati siapapun yang mendatanginya :')
ReplyDeletengomong-ngomong mengenai secuil orang di foto akun blogmu, aku tau itu abangnya bakuh.... dari kemejanya.. nggak pernah ganti -_-
@erv hahaha kenapa random banget tau2 ngomonin secuil sosok di avatar blog? iya itu sikukuh,fotonya kan dulu pas masih suka maen bareng :)
ReplyDeleteEmang kemeja buluk orens itu dipake mulu padahal udah compang camping haha..
gimana klo bunda pindah kesemarang
ReplyDeletebeli tanah dan rumah
semua yang ada dijakarta bunda
pindah in ketembalang