i'm not interested in marriage, is it bad?
Aku ga tertarik untuk menikah. Ada sekian deret alasan yang membuat aku tak berkeinginan untuk menikah. Pernikahan itu rumit. Menjadi suatu beban. Aku dan sepaket hidupku aja udah lumayan runyam. Kalo aku harus menikah, bisa bisa aku hanya jadi beban bagi suamiku.
Aku takut menikah. Menyatukan dua manusia, dalam suka duka. Menelan segala ego, berbagi tawa dan sama sama merangkai cita-cita. Terdengar menarik. Tapi, tidak cukup bisa membuat aku berkeinginan untuk menikah.
Umurku sekarang masih dua puluh tahun. Terlalu dini ya rasanya kalau aku berbicara terlalu jauh tentang pernikahan. tapi ini yang benar benar aku rasakan saat ini.
Kakak pertama ku, sudah menikah dan mempunyai dua orang anak lelaki. Hidupnya penuh huru-hara, suka duka. Sepertinya bahagia. Sepertinya.
Kakak keduaku, juga sudah menikah dan memiliki seorang anak perempuan yang lucu. hidupnya cukup layak dan mapan, dan sepertinya juga bahagia. Sepertinya.
Sedikit banyak nya aku belajar dari kedua kakakku. Dan, semakin aku 'belajar' dan 'lihat' ke sekitar, semakin aku ga tertarik sama pernikahan. Banyak kekhawatiran yang muncul dalam benakku.
Kalau boleh jujur, aku sih udah mempunyai planning untuk hidupku. Mau nya aku sih, lulus kuliah, cari uang yang halal, pokoknya harus kerja, bikin bunda seneng, bikin adek ku seneng, bikin keponakan-keponakan aku seneng. Cukup.
Aku juga ga yakin bakal ada lelaki yang benar tulus sayang sama aku dan mampu nerima sepaket kerunyaman hidupku. Pun kalau ada, ada rasa enggan membuatnya repot dengan segala huru-hara kehidupanku.
Aku bukannya hendak menyalahkan Tuhan atas apa-apa yang terjadi dalam hidupku, tapi lebih memilih 'ini' untuk jalan hidupku. Aku juga ga mau mendahului dan kekeuh bilang aku ga akan nikah. aku kan ga tau kedepannya gimana.
Someday kalau Allah benar-benar ngirim seorang yang super yang rela tulus aku repotin, yang sayang sama aku, yang mau nerima segala kerunyaman hari-hari aku, insyaAllah aku ga bakal menyia-nyiakan orang tsbt.
Aku takut menikah. Menyatukan dua manusia, dalam suka duka. Menelan segala ego, berbagi tawa dan sama sama merangkai cita-cita. Terdengar menarik. Tapi, tidak cukup bisa membuat aku berkeinginan untuk menikah.
Umurku sekarang masih dua puluh tahun. Terlalu dini ya rasanya kalau aku berbicara terlalu jauh tentang pernikahan. tapi ini yang benar benar aku rasakan saat ini.
Kakak pertama ku, sudah menikah dan mempunyai dua orang anak lelaki. Hidupnya penuh huru-hara, suka duka. Sepertinya bahagia. Sepertinya.
Kakak keduaku, juga sudah menikah dan memiliki seorang anak perempuan yang lucu. hidupnya cukup layak dan mapan, dan sepertinya juga bahagia. Sepertinya.
Sedikit banyak nya aku belajar dari kedua kakakku. Dan, semakin aku 'belajar' dan 'lihat' ke sekitar, semakin aku ga tertarik sama pernikahan. Banyak kekhawatiran yang muncul dalam benakku.
Kalau boleh jujur, aku sih udah mempunyai planning untuk hidupku. Mau nya aku sih, lulus kuliah, cari uang yang halal, pokoknya harus kerja, bikin bunda seneng, bikin adek ku seneng, bikin keponakan-keponakan aku seneng. Cukup.
Aku juga ga yakin bakal ada lelaki yang benar tulus sayang sama aku dan mampu nerima sepaket kerunyaman hidupku. Pun kalau ada, ada rasa enggan membuatnya repot dengan segala huru-hara kehidupanku.
Aku bukannya hendak menyalahkan Tuhan atas apa-apa yang terjadi dalam hidupku, tapi lebih memilih 'ini' untuk jalan hidupku. Aku juga ga mau mendahului dan kekeuh bilang aku ga akan nikah. aku kan ga tau kedepannya gimana.
Someday kalau Allah benar-benar ngirim seorang yang super yang rela tulus aku repotin, yang sayang sama aku, yang mau nerima segala kerunyaman hari-hari aku, insyaAllah aku ga bakal menyia-nyiakan orang tsbt.
Hmmmm saya ga bisa berkomentar apa-apa...
ReplyDeletePokoknya, jangan sampe "ketakutan" untuk menikah ini terbawa terus sampe bertahun-tahun ke depan.. takutnya... Niken nanti... yah, tahu sendiri lah ya...
Sebaiknya tanyakan masalah "ketakutan" ini ke kerabat2 atau teman2 Niken yang sudah menikah muda (dan langgeng hingga saat ini). :) Coba curhatkan uneg2 Niken ke mereka, pasti mereka bisa membantu.
hmm ... insya Allah pasti bakal ada seorang super itu :)
ReplyDeleteak juga dulu gitu gg mau nikah tapi mau punya anak, jadi ngikut gaya amerika sono gitu, gg nikah tapi punya anak hhehhe tapi katanya sih dengan menikah dan menjadi istri yang taat pada suami dan ibu yang baik insya allah jalan ke surga lebih mulus hhehhe katanya sih mbak :P
menikahlah.. gak usah takut.!
ReplyDeletetakut itu wajar
ReplyDeleteyang penting tetap paksakan buat nikah
karena itu dianjurkan buat nerusin keturunan
emang situ mau jadi perawan tua?
hihihi
amiin tapi coba untuk merubah persepsi itu ya? ^^v
ReplyDeletehidup selalu memiliki dua pilihan dan hanya satu yang terpilih,
ReplyDeleteada yang memilih takut menikah,
ada pula yang memilih berani menikah,
sebaiknya jangan menggabungkan pilihan berani nikah dan takut nikah menjadi satu,
karena kemungkinan yang terjadi adalah menikah-cerai-menikah lagi-cerai lagi-lagi lagi menikah-lagi lagi cerai dst dst
belum saatnya kali untuk menikah
ReplyDeleteSuatu hari di tempat Terapi Qolbu kedatangan seorang ibu yang sudah berusia 41th, dia bercerita bahwa kalau dia baru saja menikah 6bln yang lalu, akan tetapi yang aneh adalah dia menangis penuh penyesalan kenapa dia tidak nikah sejak dulu, sejak usianya masih 20.an, karena ternyata menikah itu sangat nyaman, dan benar-benar lengkap menjalani hidup ini. hmmm....memang hidup ini penuh warna, ada banyak alasan yang tersedia agar kita menikah atau tidak, namun yang perlu kita sadari adalah bahwa hidup itu isinya siang dan malam, baik dan buruk, selalu ada dua sisi yang saling melengkapi, karena itulah hidup ini akhirnya sempurna, seperti juga menikah....jangan percayai rasa takut, karena takut adalah bayangan pikiran yang tidak pernah nyata....maaf...salam kenal terima kasih...
ReplyDelete