Paragraf tanpa tanda baca.
Biar saja orang-orang menerka menduga menilai mengkomentari membicarakan dan beranggapan tentang saya tentang lelaki yang sedang dekat dengan saya tentang kawan saya tentang teman baik saya tentang perasaan saya toh nanti fakta yang akan berbicara dan akan menjelaskan semua realita yang akan menunjukan jalan cerita yang sebenarnya tanpa saya perlu repot repot menanggapi dan menampik dan menyanggah atau mengiyakan apa apa yang kamu kamu kamu dan kamu katakan heran saya mengapa selalu saja saya di sandingkan dengan figur yang rutin bersama dahulu dia kemarin si anu sekarang si itu besok siapa lagi berikutnya siapa lagi kadang jengah kadang risih tapi daripada sibuk menanggapi kiranya cukup satu paragraf ini saja yang mewakili segala reaksi saya terhadap segala rangkaian kata mengenai saya akhir akhir ini :)
Comments
Post a Comment