monolog dengan tuhan

Anak perempuan berumur dua puluh tahun lebih sedang kebingungan dengan hidupnya.
bukan inginnya di tinggal mati sang ayah yang selama ini jadi super hero dalam setiap jengkal nafasnya.
sudah hampir lima tahun sang ayah pergi, masih saja anak ini sering menanyakan mengapa ayahnya mati secepat itu?
M E N G A P A ?
Mengapa Tuhan tak lebih dulu memberi firasat atau memang saja si anak ini bodoh?

Tuhan , aku mau ayah. aku mau ayah bukan yang lain. jika bunuh diri halal, aku pasti pilih itu. atau bolehkah kau beri aku satu reward khusus, agar bunuh diri bisa dengan mudah dan halal untukku? aku tau jangankan untuk melakukannya, berpikiran seperti ini saja rasanya sudah berdosa.

tapi Tuhan, aku mau ayahku. aku mau  ayahku. aku mau ayahku.
bukan bukan bukan, bukan aku tak mau bunda ku, sungguh bukan, tapi aku mau keduanya ada bersamaku berdampingan berdua, sama seperti teman-temanku yang lain. aku butuh keduanya Tuhan.

sungguh lancang mulut ini, berani memprotes dan seakan tak menerima takdirmu, tapi Tuhan mengapa? :(

Comments

Popular posts from this blog

another phase to go!

Memulai dana darurat

Cerita dibalik martabak manis malam ini :)